Karya Ishidaya Fungsi Utama: Restoran Jepang oleh Atsushi Kawaguchi adalah pemenang yang sangat dihormati dari 2026 A' Design Award Perunggu yang sangat bergengsi dalam Kategori Kompetisi Desain Ruang Interior dan Pameran.
PerungguInterior· 2026
Ishidaya Fungsi Utama: Restoran Jepang
oleh Atsushi Kawaguchi
Klien: Ishidaya
Pemenang A' Design Award Perunggu dalam Kategori Interior
Pemenang Penghargaan Terverifikasi
Verifikasi Status Penghargaan untuk #180958Desain
Tentang Ishidaya Fungsi Utama: Restoran Jepang
Teks Buku: Ishidaya adalah restoran Jepang di distrik pusat Hanoi. Proyek ini menggunakan Taisho Roman, sebuah era ketika budaya Jepang dan Barat berpotongan, sebagai kerangka acuannya, menjembatani antara estetika Jepang dan karakter Barat pada bangunan tersebut. Kerangka kayu di atas meja bar memadukan konstruksi tradisional dengan geometri Art Deco dan berperan sebagai elemen visual utama. Alih-alih sekadar dekorasi, kerangka ini membentuk persepsi melalui cahaya dan sudut pandang yang berubah-ubah. Hasilnya adalah ruang yang terkendali yang melapisi berbagai referensi budaya dan menawarkan interpretasi yang jelas tentang santap kontemporer di Hanoi.
Pengakuan
Tentang A' Design Award Perunggu
Ishidaya Fungsi Utama: Restoran Jepang adalah pemenang A' Design Award Perunggu, pengakuan yang sangat bergengsi yang diberikan kepada desain luar biasa yang dicirikan oleh kreativitas, kecerdikan, dan ketajaman. Pemenang Perunggu adalah artefak yang sangat terampil dan sangat kreatif yang membuktikan pengalaman luas, imajinasi, dan kelihaian para desainernya. Ishidaya Fungsi Utama: Restoran Jepang diharapkan menjadi objek yang sangat dihargai, dikagumi, dan dicintai, sangat profesional dan inovatif. Desain pemenang A' Design Award Perunggu ini menyertakan praktik terbaik dalam seni, sains, desain, dan teknologi, dan sangat baik dalam perhatiannya pada detail. Ishidaya Fungsi Utama: Restoran Jepang memuaskan kebutuhan dengan indah, menyentuh keinginan, memikat perasaan, dan menarik rasa ingin tahu.
Di Balik Desain
Kit Pers
Kredit, anggota tim, dan detail teknis yang disediakan oleh desainer.
- Keunikan
- This design is a spatial centerpiece that quietly responds to people rather than technology. Its form never moves, yet it feels different from every position, shaped by light, shadow, and human presence. Unlike decorative elements that are simply observed, this design creates a subtle dialogue with its surroundings, offering depth, calm, and a lasting sense of place through simplicity and restraint.
- Dimensi & Kemasan
- Renovation of existing buildings
- Tag
- Timeless atmosphere, Changing perception, Sense of depth, Quiet interaction
- Teknologi Produksi
- The design process began not with form, but with experience. We first observed how people move, pause, and look within the space. Instead of adding complexity, simple elements were repeated and layered so perception changes as people move. The design does not rely on mechanisms or instructions; human presence itself creates variation. This approach results in a calm, durable, and lasting spatial experience.
- Tantangan Desain
- In designing ISHIDAYA we faced challenges from both cultural context and practical limits. The building showed Western decorative traces while the space required a Japanese aesthetic. To connect these influences we adopted the idea of Taisho Roman, a period when East and West blended naturally. This concept guided choices in materials colors light and space. Through close work with craftsmen and repeated testing the design was refined into a space that respects cultural roots and feels natural to use.
- Riset
- For ISHIDAYA the research began by understanding the building and its use. The structure showed traces of Western decoration, while the design required a Japanese sensibility. To connect these elements we studied moments in history when East and West blended naturally. This led to Taisho Roman, which guided choices in materials colors and mood, creating a space that feels unified clear and suited to present day Hanoi.
- Inspirasi
- ISHIDAYA is a Japanese restaurant located in the center of Hanoi. Inspired by Taisho Roman, a period when Japanese and Western cultures intersected, the design harmonizes Japanese aesthetics with the building’s original Western character. A sculptural wooden framework above the counter combines traditional Japanese construction with Art Deco geometry, creating a refined space where dining, drinking, and cultural storytelling come together in contemporary Hanoi.
- Durasi Proyek
- The project started in August 2024 in Hanoi and finished in April 2025.
- Alur Operasi
- Hanged wood frame is not something you press or control.
It responds simply to people being there. As you walk, sit, or look up, its shape feels different. From one angle it looks calm, from another it feels complex, and from below it seems to float.
Nothing actually moves, but your position changes how it appears. Light and shadow shift naturally, creating a quiet interaction. Because it relies on people, not machines, it stays simple, stable, and always engaging. - Kredit Gambar
- All photos / HIROYUKI OKI
Bersponsor
Jelajahi di Luar Designers.org
Temukan produk, layanan, dan peluang dari mitra periklanan kami.
Jelajahi Lebih Lanjut
Desain Terkait
Jelajahi lebih banyak desain pemenang penghargaan dari kategori yang sama, dipilih berdasarkan prestasi.